Tugas Besar Pengantar Multimedia (pembuatan video)

June 18, 2013 in Uncategorized

Hello, ini tugas besar saya walaupun sederhana tetapi semoga bermanfaat.

alasan saya kenepa membuat video ini karena saya ingin mengajak orang indonesia ini belajar hidup sehat, contohnya dengan olahraga. Dengan berolahraga sudah pasti tubuh kita menjadi sehat tetapi jika berlebihan jg itu tidak baik. Saya ingin mengajak orang indonesia untuk berolahraga walaupun hanya sedikit, apalagi bagi orang dewasa yang sudah mempunyai pekerjaan pasti sudah jarang sekali berolahraga dan itu pun mempunyai dampak yang buruk bagi orang itu, jika bisa tetap di sempatkan untuk berolahraga seminggu 3x agar tubuh tetap sehat dan bugar. Banyak manfaatnya dari olahraga dan pasti anda tidak akan menyesal jika tetap rajin berolahraga dan efeknya pun akan terasa di masa yang akan datang.

Saya ada sedikit conyoh video mengenai oahraga, dan bisa dilihat disini. klik disini

Print Friendly

Tugas pengantar multimedia III – kecanggihan teknologi dalam “film startrek into darkness 3D” (review)

May 28, 2013 in Uncategorized

images

 

pasti anda akan merasa kagum  dengan kemajuan teknologi  dan beragam gadget yang digunakan di film ini. Bayangkan saja, alat komunikasi yang terpasang dalam lencana  teknologi warp yang ramah lingkungan dan tentu saja kedahsyatan USS Enterprise mampu mengubah cara pandang kita mengenai pesawat luar angkasa. Secara keseluruhan, film ini mampu menghidupkan imajinasi anda  tentang bayangan masa depan umat manusia dan inovasi teknologinya. Deretan pemain film seperti Chris Pine, Zachary Quinto dan Zoe Saldana menjadi garansi di film berdurasi 132 menit karya J.J. Abrams.

Abrams membawahi ratusan orang kru efek visual bekerja menghasilkan detail seperti pemandangan gunung berapi di planet Nibiru, kuil dan hutan di Kronos, tembak-tembakan pesawat, dan reruntuhan luar angkasa. Tak lupa teknologi Star Trek seperti warp drive (berpindah super cepat), transporter, communicator (teknologi komunikasi individu dengan pesawat), shields (perisai pelindung), dan lain-lain pun hadir.

Star Trek Into Darkness membuktikan diri sebagai satu lagi karya J.J Abrams yang mengangkat  unsur-unsur serial aslinya dalam tampilan atau kemasan baru yang menarik disimak, terutama untuk para penonton generasi modern. Abrams memaksimalkan keahliannya bermain efek visual dan CGI canggih, menampilkan pemandangan luar angkasa yang mengasyikan, apalagi jika dinikmati melalui layar 3D dan IMAX, karena ada kurang lebih 30 menit adegan yang disyuting langsung dengan kamera IMAX.

Permainan Visual film ini yang tetap menawan dengan didukung oleh efek 3D yang juga bagus membuat film ini semakin bertambah baik. Meski efek 3D nya konversi tetapi jangan skeptis dulu. 3D Konversi yang digarap bagus dengan berbagai adegan yang mendukung efek 3D nya. Star Trek Into Darkness pun berbeda. Semua adegan penuh CGI itu dikonversi-kan ke versi 3D hingga kita bisa menyaksikan secara langsung spaceship Enterprise dengan baik. Semuanya tak terbuang sia-sia. Sekali lagi, saya terserap masuk. Seperti ikut andil didalam adegan-adegan yang tersaji di film ini.

Belum lagi Twist yang tersaji di dalam plot-nya. Semuanya tersaji penuh ke-luar biasa-an. Twist-nya mendukung plot. Tak terlalu mindblowing tetapi cukup membuat kita bingung. Ikut curiga dengan semua alur di film ini. Begitu pula dengan Cast-cast yang tetap bermain dengan bagus yang akhirnya membuat film ini semakin kuat. Bagaimana Friend Relationship begitu terjalin antara Jim Kirk yang diperankan oleh Chris Pine dengan Spock yang diperankan oleh Zachary Quinto. Begitu pula dengan Villainnya yang benar-benar dingin. Benedict Cumberbatch berhasil memerankan seorang Villain yang begitu dingin, psychc, serta evil dengan begitu baik dan jelas menjengkalkan bagi penontonnya. Serta dukungan Scoring serta Theme Song Star Trek yang begitu mendukung dan tahu penempatannya di film ini.

Overall, Star Trek Into Darkness be the real Science Fiction which I love the most. Even it use Dark Theme in poster, trailer, or it title but J.J. Abrams not use that theme that ruin the identity of Star Trek itself. Breathtaking, Mesmerizing, and Hypnotizing story that make we as audience come into the movie. Well Done J.J. Abrams. You stole my heart and this is what I called Science Fiction. This gonna be sorted on my Best List movies in 2013. Salute!  

BRIGHTNESS 5/5

Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri.Kecerahan film ini tak berkurang meskipun disaksikan dalam format 3D. Sehingga mungkin kepala tak pusing saat menyaksikan film ini.  Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.

DEPTH 5/5

. Ternyata kedalaman film ini dalam format 3D masih terjaga dengan baik. Berbagai setting tempat terutama luar angkasa makin menunjukkan efek depth-nya yang mengagumkan. Meski di setting Indoor, depth film ini bisa dikatakan biasa. Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

POP OUT  3/5

Adegan pop out nya yang sangat elegan . Tidak sedikitpun  terkesan norak dan menggunakan gimmick yang kasar. Tetapi semuanya ‘keluar’ secara sempurna dan tak sia-sia. Adegan-adegan berdebu, asap, serpihan-serpihan keluar menyapa penontonnya yang asyik duduk menyaksikan film ini.

Overall, meski 3D di film ini adalah hasil konversi. Tetapi Star Trek Into Darkness masih worth untuk disaksikan dalam versi 3D. Kita akan terserap masuk kedalam sebuah dunia space dan U.S.S Enterprise

Print Friendly

Tugas II Pengantar Multimedia dan Web Desain (hasil rangkuman seminar wifi)

May 6, 2013 in Uncategorized

 

 

 

CEO Agate Studio : Arif Widhiyasa

  • Profil Pembicara 

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Arief Widhiyasa, beliau adalah CEO dari Agate Studio, Game Developer terbesar di Indonesia yang berlokasi di kota Bandung. Beliau akan bercerita kenapa bisa sampai di Drop Out dari ITB dan kemudian sukses menjadi CEO di Agate Studio. Berikut adalah profil singkat dari Arief Widhiyasa :

Nama Lengkap : Arief Widhiyasa

TTL : Denpasar, 4 April 1987

Pendidikan : ITB (Drop Out)

Riwayat

  1. General Manager di G-Softworks(2005-2007)
  2. Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center(2007-2009)
  3. CEO di Agate Studio(2007-Present)

Specialisasi

  1. 1.      Business Development
  2. 2.      Negotiation
  3. 3.      Networking
  4. 4.      Game Programming
  5. 5.      Game Development
  6. 6.      Game Business.
  • Rangkuman Materi

Asal Muasal Nama AGATE STUDIO

Developer game lokal asal Bandung yang telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal computer maupun untuk perangkat mobile. Pendiri Agate berjumlah 16 orang dan setelah dua tahun berdiri, Agate Studio telah memiliki 60 orang karyawan. Arief adalah salah satu pendiri Agate Studio dan sejak perusahaan ini resmi berdiri, Arief dipercaya oleh teman-temannya di Agate Studio untuk memimpin perusahaan ini karena dianggap paling banyak berperan dalam pengembangan Agate Studio dan paham tentang manajemen perusahaan. Agate sangat inline, jadi Agate akan selalu berusaha untuk bisa berkontribusi semaksimal mungkin agar visi Agate untuk berkontribusi dalam membuat dunia lebih bahagia bisa terwujud perlahan-lahan.

CEO Arsanesia: Adam Ardisasmita

  • Profil Pembicara 

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Adam Ardisasmita, beliau adalah CEO dari Arsanesia, sebuah industri yang bergerak dibidang  ”Digital Entertainment”. Beliau juga pernah memenangkan  penghargaan dari Nokia sebagai Nokia Developer Champion. Di acara seminar, beliau akan memberi tips dan trik untuk bisa berhasil di dunia Digital Entertainment, khususnya didunia Game Developing. Berikut profilnya :

ü  Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) diNokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu

ü  Internship Programmer di Bank Rakyat Indonesia

ü  Business Analyst di Pribadi International School, Bandung

ü  Lecture assistant di Institut Teknologi Bandung

Pendidikan

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. MAN Insan Cendekia Serpong

Ringkasan Adam Ardisasmita

ü  Founder and CEO of a mobile games company, Arsanesia

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast

ü  A passionate speaker, influencer, and blogger

ü  Love to generate out of the box creative ideas to solve a problem

Spesialisasi

Business, Startup, Leadership, Communication, Management, Mobile Technology, Game Industry, User Experience

  • Rangkuman Materi

Di tengah maraknya kasus klaim kebudayaan Indonesia, Adam Ardisasmita, Dea Renata, M. Ikhsandana, Hazki Hariobowo, dan Khairul Annas membentuk Arsanesia, kelompok yang bertujuan melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia menggunakan media digital khususnya melalui mobile games.

Berdiri pada April 2011, Arsanesia sendiri diambil dari kata ‘Arsa’ (dari bahasa Sansakerta) dan Nesos (dari bahasa Yunani) yang artinya adalah pulau kebahagiaan.

Media seperti Apple App Store, Google Play, Windows Marketplace, Nokia OVI Store, dan lainnya tersebut menurut Adam dapat dijadikan corong untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia. “Efeknya diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat Internasional terhadap Indonesia dan bisa membantu mendorong tingkat pariwisata di Indonesia”.

Saat ini Arsanesia sudah mengembangkan tujuh games dengan tema budaya Indonesia yaitu Gamelan Player, Si Pitung, Temple Rush Prambanan, Wago Warrior, Slapillar, Little Lea, dan Flipallago.

SAP : Wawan Dewanto

  • Profil Pembicara 

Pendidikan

  1. Jurusan Teknik Industri, ITB pada Februari 2000.
  2. Beasiswa di Faculty of Technology, Policy and ManagementTecnische Universiteit Delft, Belanda pada Agustus 2003.
  3. Beasiswa di Faculty of Business and EconomicsMonash University, Australia sejak Juli 2007.
  • Rangkuman Materi

Pada tahun 2007, Wawan menulis buku tentang manajemen teknologi informasi berjudul ERP : Menyelaraskan Teknologi Informasi Dengan Strategi Bisnis. Setelah menjadi dosen, Wawan meneruskan tradisi menulis, beberapa diantaranya berhasil memenangkan berbagai lomba karya tulis seperti menjadi juara 1 The Best Idea in Business oleh Majalah SWA tahun 2005, juara 3 Lomba Analisis dan Proyeksi Inflasi oleh Bank Indonesia pada tahun 2006 dan juara 2 XL Award Writing Competition oleh PT Excelcomindo Pratama pada tahun 2007.

    • Business Strategy & marketing
    • Entrepreneurship Study
    • Innovation Management
    • Technology Management and New Product Development
    • Intrapreneurship (S1 Manajemen)
    • Knowledge and Innovation (S2 MBA)
    • Family Business (S2 MSM)
  • Pendapat anda tentang manfaat materi tersebut bagi keilmuan anda masing-masing
    Dalam seminar “Technopreneur is our life” ini saya dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya dalam bidang IT tentunya. Dan dari seminar ini kita dapat mengembangkan bakat yang kita miliki menjadi sebuah lahan penghasilan, yang tidak hanya menguntungkan kita tetapi berguna juga untuk orang lain. Sehingga bakat yang kita miliki tersalur secara positif.
Print Friendly

Tugas – 1 Pengantar Multimedia

April 26, 2013 in Uncategorized

1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?

 

Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem enkoding tertentu.

 

Format file kompresi data, Untuk mengkompres data, ada beberapa format file yang digunakan seperti bzip2 (.bz2), gzip (.gz), lzma (.lzma), lzo (.lzo), pack (.z), compress (.Z). Perbedaan masing-masing format kompresi ini adalah algoritma yang digunakan. Seperti bzip2 yang menggunakan Burrows-Wheeler transform diikuti dengan move-to-front transform dan terakhir Huffman coding. Format gzip yang menggunakan algoritma DEFLATE untuk kompresi data, lzma menggunakan algoritma 7-zip, lzo menggunakan algoritma LZO. Beberapa dari format kompresi data ini digunakan bersama-sama ketika meng-archive file. Seperti Tape Archiver (.tar) yang digunakan bersama bzip2 (ekstensi file menjadi .tar.bz2), gzip (ekstensi file menjadi .tar.gz) atau compress (ekstensi file menjadi .tar.Z)

 

Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem enkoding tertentu.

 

2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?

Kompresi data merupakan hal terpenting mengingat penanganan data terutama data digital video membutuhkan tempat penyimpanan  data yang sangat besar. Karena kompresi berfungsi untuk mereduksi/mengurangi besarnya data video. Untuk mengatur kompresi digunakan codec (compressor-decompressor) dimana program ini berfungsi untuk menganalisa video dan membuang data yang tidak diperlukan.

 

3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?

Terdapat dua jenis kompresi data, yaitu :

-  Kompresi lossless (kompresi tanpa kehilangan) adalah pemampaaatan data dimana antara data asli dengan data kompresi sama setelah di dekompresi. Jadi teknik ini memproses data asli menjadi bentuk yang lebih ringkas tanpa hilangnya informasi. Jadi lossless tidak menghilangkan informasi – informasi dalam file asli sehingga cocok diterapkan untuk file dokumen.

-  kompresi lossy (kompresi berkehilangan) adalah penempatan data dimana antara data asli dengan data kompresi terdapat nilai – nilai yang berbeda, tapi nilai perbedaan ini dianggap tidak mengurangi essential informasi dari data asli. Jadi teknik ini mendapatkan data yang lebih ringakas yang dilakukan melalui suatu proses penghampiran (approksimasi) dari data asli dengan tingkat error yang bisa diterima. Jadimetode lossy menghilangkan informasi yang ianggap tidak signifikan. Biasanya teknik ini diterapkan pada file multimedia berukuran besar, misalnya pada format file JPEG (image), MPEG (video), dan MP3 (audio).

4.Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai !

perbedaannya terletak pada hasil proses pemadatan datanya, pada proses kompresi lossy mengakibatkan kehilangan data yang kecil masih dapat diterima. Dengan algoritma tertentu, detil berkas dipangkas supaya ukuran data dapat dikecilkan. Sedangkan pada kompresi lossless data yang dipadatkan kembali sama persis seperti semula. Tidak ada informasi yang hilang atau harus dikurangi dalam proses untuk mengurangi ukuran besar data. Algortima pemadatan jenis ini menggunakan prinsip kelebihan statistik (statistical redundacy) supaya data bisa disimpan dengan lebih ringkas. Contoh kompresi lossy berkas MP3 bisa menyimpan data lagi yang bersuara jernih, tapi juga bisa mengurangi mutu suara jika ukuran data harus dikurangi. Contoh kompresi lossless berkas gambar 256×256 berwarna polos dan tiap pixelnya berukuran 4 byte, tanpa pemadatan berkas harus disimpan berukuran 4 kali 256×256 = 262144 byte. Namun, dengan , maka data yang perlu disimpan hanyalah data satu warna tersebut dan infromasi bahwa seluruh pixel gambar memiliki satu warna yang sama.

5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan sesudah kompresi!

Run-Length-Encoding(RLE) kompresi data teks dilakukan jika ada beberapa huruf yang sama yang ditampilkan berturut-turut. Contoh : Data :ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter, RLE tipe 1 (min. 4 huruf sama) : ABC!8DEFG!4 = 11 karakter.

 

Referensi :

http://www.google.com

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2006-2-01317-MTIF-Bab%202.pdf

http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia6.pdf

 

Print Friendly

Hello world!

April 25, 2013 in Uncategorized

Welcome to Blog Universitas Widyatama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Print Friendly